Batik Tradisional Gunungkidul Makin Berkembang
WONOSARI
(KR) - Pengakuan Unesco terhadap batik tradisional Indonesia, berdampak
positif pada industri batik tulis di Gunungkidul. Selama 3 bulan
terakhir produksi batik tulis di Gunungkidul naik 300%. Bahkan
permintaan kain batik dari pasar lokal maupun luar daerah terus
mengalir.
”Kami memang terus mendorong para perajin batik untuk meningkatkan
kualitas dan produksinya,” kata Kepala Bidang Perindustrian Dinas
Perindagkoptam Gunungkidul Anwar Jamal STP MM kepada KR belum lama ini.
Bahkan, kata Anwar, untuk meningkatkan produksi batik lokal
Gunungkidul, Sekda Gunungkidul sudah mengirimkan surat edaran kepada
seluruh dinas/instansi atau seluruh SKPD termasuk swasta dan BUMN agar
memanfaatkan batik produk lokal Gunungkidul sebagai pakaian dinas pada
hari-hari tertentu.
Dikatakan, industri batik tulis yang kini terus berkembang di antaranya
di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batik Nur Giri Indah Dusun Tancep
Ngawen, Prengguk dan Trembono Kecamatan Gedangsari. Beberapa kelompok
batik yang ada di perbatasan dengan Kabupaten Klaten ini kini
berkembang cukup pesat sejalan meningkatnya permintaan pesanan dari
berbagai pihak. Produknya memang memiliki ciri khas serta berkualitas.
Diakui, tahun lalu KUB Nur Giri Indah Tancep masih kembang kempis,
produksinya baru sebatas memenuhi pesanan dan belum berani memproduksi
dalam jumlah besar, takut tidak laku. Namun sejak batik go
international dan digemari berbagai lapisan maupun usia, permintaan
batik di kelompok ini pun sejak 3 bulan terakhir terus mengalir.
Yang menjadi kendala, kata Anwar, alokasi dana untuk pembinaan industri
kecil dan menengah termasuk industri batik sangat terbatas. Pada tahun
ini saja dari 1.500 unit industri kecil dan menengah yang mendapatkan
alokasi dana pembinaan hanya 6 unit, dengan alokasi yang sangat kecil
pula.
Namun demikian, Disperindagkoptam menjalin kerja sama dengan pihak
ketiga baik swasta maupun lembaga swadaya masyarakat untuk peningkatan
mutu, pelatihan sampai pada pemasaran. Untuk promosi, selalu
mengikutkan para perajin khususnya batik dalam event pameran baik di
tingkat regional maupun nasional dengan biaya patungan dan kerja sama
dengan pihak ketiga termasuk Dekranas. (Awa) -g
sumber : kr.co.id
Visitors :228881 Org
Hits : 52253314 hits
Month : 781 Users


